INVESTASI
Investasi berasal dari kata investire yang artinya memakai
atau menggunakan. Istilah ini berhubungan dengan keuangan dan ekonomi.
Investasi adalah salah satu cara untuk mengembangkan jumlah uang atau harta
yang anda miliki untuk mencapai tujuan tertentu, misalnya membangun rumah,
membuat usaha dan lain-lain.
Perbedaan menabung dan investasi
Jika dilihat sekilas kedua kegiatan ini terlihat sama, yaitu
sama sama menyimpan uang pada suatu tempat yang dirasa aman. Namun tahukah anda
bahwa kedua kegiatan tersebut berbeda?
Menabung
Menabung adalah sebuah kegiatan menyimpan atau menyisihkan
sebagian uang yang anda punya dan bisa kapan saja anda ambil jika diperlukan.
Menabung biasanya digunakan untuk tujuan jangka pendek.
Investasi
Seperti yang sudah tertulis diatas, investasi adalah
kegiatan untuk mengembangkan jumlah uang atau harta yang anda miliki untuk
mencapai tujuan tertentu, misalnya membangun rumah, membuat usaha dan
lain-lain. Biasanya investasi digunakan untuk tujuan jangka panjang.
Berikut ini adalah beberapa perbedaan tentang menabung dan investasi:
1. uang yang disimpan dalam tabungan dapat diakses kapan pun
dan dimana pun. Tabungan umumnya digunakan pada saat ada kebutuhan darurat atau
mndesak, maka dari itu tabungan dikategorikan sebagai simpanan jangka pendek.
Lain hal nya dengan investasi, Para investor tidak dapat
mengambil hasil investasi nya secara mendadak. para investor ini akan
mendapatkan hasil dari investasinya itu setelah lima tahun, sepuluh tahun atau
bahkan lebih sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Maka dari itu,
investasi dikategorikan sebagai simpanan jangka panjang.
2. Mengingat jumlah dana yang disetorkan pada investasi
lebih besar dibandingkan tabungan, selain itu imbal hasil dari investasi
umumnya lebih tinggi ketimbang bunga bank. Oleh sebab itu, bisa diartikan kalau
tingkatan risiko pada investasi jauh lebih tinggi daripada menabung yang
memiliki risiko rendah.
Risiko lainya, investasi jauh lebih tinggi karena rentan
juga dengan investasi bodong dengan -iming imbal hasil yang fastastis dalam
waktu singkat. Sangat penting, sebagai investor cerdaslah memilih jenis dan
perusahaan investasi yang tepat.
3. Sumber keuntungan yang dapat diperoleh dari bank adalah
bunga. Semua nasabah dari bank tertentu pasti
akan menikmati bunga tabungan tahunan yang ditambahkan pada rekening mereka
masing-masing. Namun jumlah yang diberikan tentu saja tidak terlalu besar.
Sedangkan sumber keuntungan yang dapat diperoleh dari
investasi umumnya berupa potensi peningkatan berupa imbal hasil. Dalam investasi
, pastinya keuntungan yang ditawarkan jauh lebih besar daripada bunga tabungan.
Modal yang ditanamkan akan terus bertambah nilainya dari waktu ke waktu
sehingga kantong kekayaan kita akan semakin bertambah.
4. Bicara soal risiko, menabung bisa dikatakan punya risiko
yang sangat kecil karena sistem keamanan yang sudah cukup canggih dan tentu
saja terpercaya. Apabila bank dimana kita menabung mengalami pencurian, maka
kita gak perlu khawatir karena pihak bank pasti akan bertanggung jawab akan
uang tabungan kita.
Potensi imbal hasilnya lebih besar dari bunga pada tabungan,
maka risiko akan kehilangan dalam investasi pun lebih besar ketimbang tabungan.
Semakin tinggi imbalan hasil yang diperoleh, maka semakin besar juga risiko
yang akan ditanggung. Bahkan ada kemungkinan juga dana investasi yang
disetorkan akan hilang total seperti dalam investasi saham.
5. tabungan biasanya berbentuk berupa uang yang
disimpan atau ditabung di bank sebagai tabungan atau deposito, sedangkan
investasi terdapat beberapa jenis produk atau bentuk. Namun pada umumnya ada
dua jenis investasi, yaitu investasi melalui aset riil yang dapat kita lihat
bentuk fisiknya seperti emas dan properti. Ada juga investasi dalam bentuk
keuangan yang dilakukan melalui berbagai produk pasar modal, seperti reksa
dana, saham dan obligasi.
Jenis-jenis investasi
Investasi properti
Sebelum membahas apa itu investasi properti, mari kita bahas
terlebih dahulu apa itu properti. Jadi, Properti dalam bahasa inggris berasal
dari kata property yang artinya adalah harta yang berupa tanah dan bangunan.
Misalnya kantor, apartment, rumah dll. Investasi properti adalah kegiatan
menanamkan modal atau dana anda kedalam pengembangan properti, anda dapat
memulainya dengan membeli tanah atau properti lain, misalnya rumah atau
apartment yang nanti nya bisa anda sewakan atau anda jual di masa yang akan
datang. Investasi properti adalah sebuah pilihan yang baik jika Anda ingin
berinvestasi untuk jangka waktu yang panjang.
1. investasi tanah
Investasi tanah dibilang investasi yang cukup menjanjikan.
Harga tanah tidak akan pernah turun dan akan semakin tinggi setiap tahunnya.
Bahkan jika lokasi nya strategis harga tanah tersebuat bisa berkali kali lipat
dari nilai perolehan.
2. investasi bangunan
Sama hal nya dengan investasi tanah, investasi dengan
membeli rumah, ruko atau pun kos-kosan sangat menguntungkan. Cara investasi
seperti ini disebut juga investasi aktif. Dengan menyewakan properti seperti
ini, pengembang ataupun perorangan akan dapat pendapatan aktif dari sewa
properti tersebut. Jika memilih investasi jenis ini, disarankan memilih lokasi
yang strategis misalnya dekat dengan kawasan perkantoran, kampus atau industri.
3. Investasi Properti Goodwill
Investasi jenis ini biasanya tidak cukup dengan hanya
membeli tanah dan membangun sebuah properti saja. Bisnis investasi properti
goodwill ini biasa dilakukan di sektor perhotelan atau apartemen dengan modal
yang sangat besar serta dikelola oleh tim manajemen yang ahli dalam memberikan
layanan kenyamanan untuk penghuni tempat tinggal. Selain hotel dan apartemen,
bisa juga villa, kondotel, hingga rumah sakit.
Kelebihan investasi properti
1. Investasi properti nilai keuntungannya meningkat dari
tahun ke tahun meskipun tidak dalam jangka waktu yang pendek. Namun, dalam
jangka waktu pendek investasi properti pun tetap akan dapat menghasilkan
keuntungan, misalnya dengan cara menyewakan properti tersebut
2. Jika kamu menginginkan investasi properti lain, hasil
keuntungan dari properti sebelumnya dapat digunakan sebagai agunan untuk
mengajukan pinjaman baru.
3. Banyak orang yang tidak menyukai investasi yang tidak
terlihat. Maka tidak heran bila dari nominal kecil pun akan diinvestasikan
dalam bentuk atau wujud barang, misalnya emas. Begitu pula dengan investasi
properti. Properti jelas terlihat wujud fisiknya sehingga investasi ini cukup
diminati oleh pemilik modal besar.
Kelemahan investasi properti
1. Biaya perawatan untuk investasi properti cenderung besar.
Hal ini harus dilakukan untuk tetap menjaga kualitas investasi properti yang
dapat memberikan keuntungan yang setidaknya sama bagi pemilik modal.
2. Rawan apabila terjadi bencana alam atau kecelakaan yang
disengaja. Risiko ini bisa mulai dari risiko ringan hingga risiko berat.
3. Biaya transaksi untuk investasi properti juga terkenal
tinggi. Biaya ini biasanya mencakup pajak seperti PPH dan BPHTB. Besarnya pajak
PPH adalah 5% yang dikenakan bagi penjual dan untuk BPHTB sebesar 5% dikenakan
bagi pembeli.
Investasi logam emas
Emas merupakan logam mulia yang cukup diminati banyak
masyarakat. Bagaimana tidak? Dengan bentuk menarik, perhiasan satu ini berhasil
memikat perhatian banyak orang karena dikenal sebagai barang investasi dengan
kepastian bahwa akan memberikan keuntungan bagi para pemiliknya. Tidak
mengherankan, karena investasi emas memiliki keuntungan utama di mana
kecenderungan harganya yang selalu naik dari tahun ke tahun. Hal ini jelas
memberikan keuntungan bagi para pemiliknya, terutama blia selisih harga beli
dan harga jualnya cukup besar.
kelebihan investasi emas
1. Sifatnya yang Mudah Dicairkan
Investasi emas memberikan keleluasaan bagi para pemegang
investasi ini untuk dapat mencairkannya ke dalam bentuk uang tunai dengan cara
yang relatif mudah dan waktu yang relatif singkat serta lebih fleksibel
daripada jenis investasi lainnya.
2. Bebas Pajak
Keuntungan yang didapat dari investasi yang baik pada suatu
perusahaan tak lantas langsung dinikmati oleh para pemegang saham perusahaan
tersebut. Pasalnya, mendapatkan keuntungan ini terkadang juga diikuti dengan
adanya pajak atau terkadang bentuk keuntungan tersebut bukanlah dalam bentuk
uang tunai namun tambahan lembar saham perusahaan.
3. Melindungi Nilai Kekayaan
Dengan kecenderungan nilainya yang meningkat dari tahun ke
tahun, maka emas sangat cocok bila disebut sebagai investasi yang paling mampu
melindungi nilai kekayaan seseorang. Perlindungan investasi emas terhadap
kekayaan seseorang dapat dicerminkan dari harganya yang selalu stabil dan
cenderung mengalami kenaikan, sehingga ketika dijual kembali, pemegang
investasi emas cenderung mendapatkan hasil balik yang lebih tinggi.
Kelemahan Investasi Emas
Beberapa kelemahan atau kekurangan lainnya yang mungkin
dialami oleh investor emas terkait dengan keputusan kepemilikan emas sebagai
investasi adalah sebagai berikut
1. Risiko Kehilangan Yang Cukup Tinggi
Investasi emas dalam bentuk batangan dengan jumlah yang
cukup banyak juga rawan dengan risiko ini. Maka untuk melindungi aset mereka,
pemegang investasi emas biasanya bersedia membayar lebih banyak dana untuk
menyewa safe deposit box yang merupakan fasilitas sebuah bank untuk menyimpan
berkas maupun barang milik nasabah yang dirasa memiliki nilai yang cukup
tinggi.
Dengan keuntungan yang dirasa cukup tinggi, investasi ini
juga tak lepas dari risiko yang tidak rendah pula. Perlunya mempertimbangkan
lebih lanjut mengenai investasi ini bila Anda tidak yakin dengan lingkungan
sekitar yang merupakan ancaman bagi investasi Anda.
2. Harganya Fluktuatif
Meski kecenderungan harga emas selalu meningkat, namun
peningkatan itu tidak lantas terjadi setiap hari dan bukanlah suatu kejadian
yang memakan sedikit waktu. Disebut memiliki kecenderungan peningkatan harga
emas karena tinjauannya dilakukan dalam waktu beberapa tahun. Emas pun
terkadang mengalami penurunan harga jual meski tak jarang mengalami kenaikan.
Perubahan harga emas yang sering ini berpotensi mempersulit investor emas untuk
dapat menghitung nilai investasi emas yang kita miliki di masa mendatang.
3. Merupakan Investasi Jangka Panjang
Fluktuasi harga emas yang cukup besar tidak bisa menjamin
investor akan mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Kecenderungan
harga emas naik merupakan proses yang cukup lama, artinya untuk mendapatkan
keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual yang tinggi tidak bisa
dilakukan dalam waktu singkat. Fluktuasi harga emas ini pun banyak dipengaruhi
faktor nilai tukar mata uang nasional terhadap mata uang asing – yang kini
menjadi perbincangan hangat karena disinyalir akan menyamai kejadian tahun 1998
dimana US$1 setara dengan Rp 17.000. Penyebab lainnya merupakan kondisi
finansial masyarakat suatu wilayah tertentu, misalnya Indonesia. Ketika
masyarakat sedang dalam kondisi finansial yang baik, investasi lain yang
menjanjikan keuntungan lebih tinggi dalam waktu lebih singkat seperti investasi
saham perusahaan terlihat lebih menarik dan menjanjikan. Pada akhirnya,
investasi emas mulai ditinggalkan.
Investasi reksadana
Sejarah Reksadana
Reksadana yang pertama kali terbit bernama Massachusetts
Investors Trust pada 21 Maret 1924 di Amerika Serikat, dengan total nilainya
yang mencapai US$392.000 (saat ini setara dengan Rp5,2 miliar) dimiliki oleh
200 investor. Pada tahun 1929, nilai investasi saham jatuh sehingga
mengakibatkan pertumbuhan dari reksadana turut melambat. Kejadian ini
mendapatkan respon dari pemerintah Amerika yang akhirnya mengeluarkan aturan
tentang saham ini, sehingga terbitlah Securities Act of 1933 (UU tentang Surat
Berharga 1933) serta Securities Exchange Act of 1934 (UU Bursa Saham 1934).
Dengan diterbitkannya aturan tersebut, informasi tentang pengelolaan reksadana
sendiri menjadi lebih transparan. Pulihnya kepercayaan masyarakat terhadap
investasi reksadana ini menjadikannya terus berkembang hingga pada saat ini.
Menurut Wikipedia, Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi
sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang
tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini
kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi,
baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya.
Terdapat 5 kategori reksadana, yaitu reksadana saham,
reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran dan
reksadana index. Namun, pada kali ini saya hanya akan membahas 3 kategori
reksadana saja.
1. reksadana pasar uang
Investasi dalam bentuk reksadana merupakan investasi yang
dilakukan melalui perusahaan reksadana. Prosesnya cukup mudah karena yang harus
Anda lakukan adalah mengumpulkan sejumlah uang dan diberikan kepada Manajer
Investasi (MI) untuk diinvestasikan di pasar uang. Jumlah uang yang Anda
berikan akan dikonversi ke dalam bentuk unit reksadana yang disebut Nilai
Aktiva Bersih (NAB). Peningkatan atau penurunan harga satuan unit reksadana
tersebut bergantung pada keuntungan atau kerugian yang dilakukan MI Anda dan
juga pada kondisi keuangan dalam negeri atau luar negeri.
Seperti yang sudah dikatakan tadi, dalam Reksadana Pasar
Uang, Anda akan memiliki seorang MI. Manajer Investasi adalah orang yang
melakukan perputaran uang Anda. Dalam hal ini, MI akan memutarkan uang Anda di
pasar uang untuk mendapatkan keuntungan. Kepandaian MI dalam melihat situasi
pasar uang dan jenis investasi yang baik akan sangat berpengaruh pada
keuntungan atau kerugian yang Anda dapatkan.
Reksadana Pasar Uang merupakan jenis investasi reksadana
yang paling aman dibanding jenis reksadana lainnya, tetapi pastinya
keuntungannya juga paling kecil daripada yang lain. Meskipun begitu, investasi
di Reksadana Pasar Uang akan lebih baik daripada deposito.
2. reksadana berbasis obligasi
Reksadana berbasis obligasi
atau Reksadana pendapatan tetap adalah jenis reksadana yang
menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari asetnya dalam bentuk efek
utang atau obligasi. Obligasi atau surat utang ini bisa yang diterbitkan oleh
perusahaan (korporasi) maupun obligasi pemerintah.
Tujuannya untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang
stabil. Risikonya relatif lebih besar daripada reksadana pasar uang tetapi
lebih moderat dibandingkan saham sehingga cocok untuk jangka waktu 1 sampai 3
tahun.
3. reksadana berbasis saham
Reksadana saham memiliki portfolio berupa saham. Portfolio tersebut dikelola oleh
Manajer Investasi dengan cara membeli dan menjual saham. Hasil atau keuntungan
yang didapatkan dari investasi reksadana saham adalah selisih kenaikan harga
jual dan beli saham tersebut. Demikian juga kerugianya juga didapatkan dari
selisih penurunan harga jual dan beli saham.
Berbeda dengan investasi saham lainnya, reksadana saham
hanya bisa dilakukan pada saham perusahaan yang memiliki badan hukum dan
tercatat di bursa efek Indonesia atau bursa efek luar negeri. Oleh karena itu
tidak semua perusahaan dapat dibeli sahamnya oleh reksadana. Tujuannya sangat
jelas, yaitu dengan terdaftarnya perusahaan tersebut di bursa efek maka ini
akan melindungi para pemodal. Prosedur pendaftaranya juga tidak semudah yang
dibayangkan dan harus lolos seleksi yang sangat ketat oleh Otoritas Jasa
Keuangan (OJK).
Investasi saham di
pasar modal
apa itu pasar modal? Pasar modal (capital market) memiliki
pengertian sebagai pasar yang mempertemukan pihak kelebihan/menawarkan dana
(the lender) dan pihak yang memerlukan/membutuhkan dana (the borrower).
Singkatnya, pasar modal ini juga mirip dengan pasar lain yaitu di mana ada
pembeli dan penjual.
Di dalam Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995,
pengertian pasar modal dijelaskan dengan lebih spesifik sebagai kegiatan yang
bersangkutan dengan Penawaran Umum dan Perdagangan Efek, perusahaan publik yang
berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang
berkaitan dengan Efek.
Pengertian pasar modal berdasarkan keputusan presiden No. 52
tahun 1976 tentang pasar modal menyebutkan bahwa pasar modal adalah Bursa Efek
seperti yang dimaksud dalam undang-undang No. 15 tahun 1952. menurut
undang-undang tersebut, bursa adalah gedung atau ruangan yang ditetapkan
sebagai kantor dan tempat kegiatan perdagangan efek, sedangkan surat berharga
yang dikategorikan efek adalah saham, obligasi serta surat bukti lainnya yang
lazim dikenal sebagai efek.
Dalam dunia bisnis pasti terdapat investasi saham. Saham
adalah berupa surat sebagai bukti atau tanda kepemilikan seseorang atau badan
pada suatu perusahaan, saham merupakan hal yang sangat berharga, dengan adanya
saham maka perusahaan sebagian atau seluruh perusahaan dimiliki oleh orang
tertentu. Jika anda melakukan investasi pada saham maka orang tersebut menjadi
pemilik atau pemegang saham pada suatu perusahaan.
Penting diketahui bahwa investasi saham terbagi menjadi
beberapa jenis, jenis pertama adalah saham biasa, saham biasa adalah pemilik
perusahaan asli, jika kondisi perusahaan buruk maka mereka tidak akan
mendapatkan keuntungan, dan jika perusahaan bangkrut maka saham biasa
memperoleh hak pembagian kekayaan setelah semua kewajiban perusahaan sudah
dilunasi.
Jika kondisi perusahaan bagus maka mereka akan mendapatkan
keuntungan yang lebih besar. Untuk
pemegang saham ini memiliki hak suara yang banyak, serta dapat menentukan
kebijakan perusahaan. jenis saham kedua adalah saham Preferen, merupakan saham
yang mendapatkan hak istimewa dalam pembayaran dividen.
Saham Preferen ini memiliki ciri, memiliki prioritas lebih
tinggi dibanding dengan saham biasa, bisa juga ditukar menjadi saham biasa,
namun tidak memiliki hak suara, dapat mempengaruhi manajemen perusahaan
contohnya dalam pencalonan pengurus, memiliki kesempatan atau kemungkinan dapat
memperoleh tambahan dari laba perusahaan dan masih banyak lagi ciri lainnya.
Berikut ini adalah manfaat dari investasi saham di PT atau
sebuah perusahaan :
capital gain
Orang yang melakukan investasi saham bisa menikmati capital
gain, capital gain merupakan keuntungan yang akan didapat jika awalnya saham
berharga lebih rendah dan jika dijual lagi akan mendapatkan keuntungan yang
lebih banyak. Capital gain ini keuntungan yang diperoleh dari selisih harga
jual saham dan harga beli saham.
dividen
Merupakan keuntungan perusahaan yang dibagi untuk para
investor. Divide nada dua macam, pertama dividen tunai, pembagian keuntungan
dalam bentuk tunai. Dan deviden saham, yaitu pembagian keuntungan dalam bentuk
saham perusahaan.
saham-bonus
Saham bonus merupakan saham yang diambil dari agio saham,
yang mana merupakan selisih antara harga jual saham dengan nominal perusahaan
awal pasar pada penawaran umum.
Selain mengetahui keuntungan yang akan didapat, seorang
investor saham juga harus tahu kerugian apa saja yang bisa saja ditanggung oleh
investor, antara lain Capital Loss, dimana tidak setiap saat investor akan
mendapatkan keuntungan aats saham yang dijualnya. Selain itu kerugian lainnya
adalah perusahaan bangkrut dan dilikuidasi, dimana investor pastinya
mendapatkan kerugian yang besar, mereka akan mendapatkan saham sisa dari
perusahaan yang sudah menanggung jawabkan.
Selanjutnya adalah saham di delist dari bursa, jika saham
dikeluarkan dari list bursa saham akibat dari kinerja yang buruk dari
perusahaan, maka akan mendapatkan ekrugian yang cukup besar. Selanjutnya adalah
saham suspend, dimana saham ditangguhkan dan diberhentikan oleh otoritas
perdagangan bursa. Dengan adanya penjelasan diatas maka untuk anda yang ingin
menjadi investor pada sebuah PT harus dipikir dengan hati- hati.
Sekian pembahasan saya mengenai investasi. Kurang lebihnya mohon maaf. Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
Comments
Post a Comment