Good Corporate Governance
Assalamu’alaikum
Wr.Wb
Kali ini saya akan sedikit menjelaskan tentang tata kelola
perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance.
Pengertian Good Corporate Governance
Tata
kelola perusahaan yang baik atau lebih dikenal dengan sebutan GCG (dalam bahasa
inggris: good corporate governance)adalah prinsip atau cara cara untuk
mengendalikan suatu perusahaan agar sesuai dengan peraturan, perundang –
undangan, dan etika usaha yang berlaku sehingga dapat memberikan pertanggungjawabannya kepada para shareholder
(seseorang yang mempunyai saham financial di suatu perusahaan) khususnya,
dan stakeholders (sesorang yang memiliki
kepentingan dalam kinerja perusahaan) pada umumnya.
Sejarah Good Corporate Governance
Timbulnya
berbagai skandal besar yang menimpa perusahaan-perusahaan baik di Inggris
maupun Amerika Serikat pada tahun 1980an berupa berkembangnya budaya serakah
dan pengambilalihan perusahaan secara agresif lebih menyadarkan orang akan
perlunya sistem tata-kelola ini. Bagaimanapun juga dalam suatu perusahaan
selalu saja terjadi pertarungan antara kebebasan pribadi dan tanggung jawab
kolektif, dan inilah sentral dari pengaturan yang menjadi obyek corporate
governance. Suatu lembaga itu tidak mempunyai jiwa, sedangkan yang mempunyai
adalah orang-orang yang bekerja di dalamnya, yang dipengaruhi oleh interaksi
dalam mengejar kepentingan pribadi dan kepentingan bersama.
Selalu ada
potensi konflik antara pemilik saham dan pimpinan perusahaan, antara pemilik
saham majoritas dan minoritas, antara pekerja dan pimpinan perusahaan, ada
potensi mengenai pelanggaran lindungan lingkungan, potensi kerawanan dalam
hubungan antara perusahaan dan masyarakat setempat, antara perusahaan dan
pelanggan ataupun pemasok, dan sebagainya. Bahkan besarnya gaji para eksekutif
dapat merupakan bahan kritikan.
Faktor faktor dalam Good Corporate Governance
Ada dua faktor
dalam GCG yaitu faktor internal dan faktor eksternal:
Faktor Internal
Maksud faktor
internal adalah pendorong keberhasilan pelaksanaan praktek GCG yang berasal
dari dalam perusahaan. Beberapa faktor dimaksud antara lain:
1. Terdapat budaya perusahaan yang mendukung
penerapan GCG dalam sistem kerja manajemen di perusahaan.
2. Berbagai
peraturan dan kebijakan yang dikeluarkan perusahaan mengacu pada penerapan
nilai-nilai GCG.
3. Manajemen
pengendalian risiko perusahaan juga didasarkan pada kaidah-kaidah standar GCG.
4. Terdapatnya
sistem audit (pemeriksaan) yang efektif dalam perusahaan untuk menghindari
setiap penyimpangan yang mungkin akan terjadi.
5. Adanya
keterbukaan informasi bagi publik untuk mampu memahami setiap gerak dan langkah
manajemen dalam perusahaan sehingga kalangan publik dapat memahami dan
mengikuti setiap derap langkah perkembangan dan dinamika perusahaan dari waktu
ke waktu.
Faktor Eksternal
Faktor
eksternal merupakan faktor yang tidak dapat dikontrol oleh manajemen dan
mempengaruhi penerapan praktik manajemen dan GCG, antara lain adalah:
1. Pelaku dan
lingkungan bisnis
Meliputi
seluruh entitas yang mempengaruhi pengelolaan perusahaan, seperti business
community atau kelompok-kelompok yang signifikan mempengaruhi kelangsungan
hidup perusahaan, serikat pekerja, mitra kerja, supplier dan pelanggan yang
menuntut perusahaan mempraktekkan bisnis yang beretika. Kelompok-kelompok di
atas dapat mempengaruhi jalannya perusahaan dengan derajat intensitas yang
berbeda-beda.
2. Pemerintah
dan regulator
Pemerintah dan
badan regulasi berkepentingan untuk memastikan bahwa Perusahaan mengelola
keuangan dengan benar dan mematuhi semua peraturan dan undang-undang agar
memperoleh kepercayaan pasar dan investor.
3. Investor
Meliputi semua
pihak yang berkaitan dengan pemegang saham dan pelaku perdagangan saham
termasuk perusahaan investasi. Investor menuntut ditegakkannya atau dijaminnya
pengelolaan perusahaan sesuai standar dan prinsip-prinsip etika bisnis.
4. Komunitas
Keuangan
Meliputi semua
pihak yang berkaitan dengan persyaratan pengelolaan keuangan perusahaan
termasuk persyaratan pengelolaan perusahaan terbuka, seperti komunitas bursa
efek, Bapepam-LK, US SEC dan Departemen Keuangan RI. Setiap komunitas di atas
mengeluarkan standar pengelolaan keuangan perusahaan dan menuntut untuk
dipatuhi/dipenuhi oleh Perusahaan.
Implementasi
GCG Dalam Salah Satu Perusahaan
Arti implementasi menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa
Indonesia) yaitu pelaksanaan atau penerapan. Sedangkan pengertian umum adalah
suatu tindakan atau pelaksana rencana yang telah disusun secara cermat dan
rinci (matang). Kali ini saya akan membahas implementasi GCG dalam PT. ACE
Hardware Indonesia.
Struktur dan Skema Organisasi
Dari tata kelola
perusahaan inilah yang menjadikan salah satu kesuksesanPT AHI dalam mengembangkan dan memajukan
perusahaannya.Selain itu dalam perusahaan ini adanya sekretaris perusahaan juga
berperan penting sebagai mediator yang dapat menjembatani kepentingan
perusahaan yang diwakili para pemegang saham lembaga-lembaga pasar modal maupun
pasar keuangan serta pihak terkait lainnya.
Sekretaris perusahaan juga bertanggungjawab dalam menyebarluaskan informasi kepada
para pemangku kepentingandengan tepat waktu,akurat,dan transparan.
Dalam penentuan
ruang lingkup PT AHI juga dapat memenuhi semuapersyaratan Tata Kelola Perusahaan
yang
baik,termasuk dalam penunjukankomisaris independen sebagaimana
yang dipersyaratkan oleh Bursa Efek Indonesia
melalui aturan registrasi 1-A No.305/BE/07/2004 dan peraturan
BAPEPAM-LK No.IX.1.5.Pengawasan manajemen juga telah dilakukan sesuaidengan
ISO 9001-2000.
Dalam menentukan
sasarannya PT AHI memiliki dua konsep yaitu berusaha untuk menjadi pemimpin
dalam konsep "Do-It-Yourself" (kerjakan secara mandiri), yang
berarti, kami tak hanya menyediakan produk, namun juga pengetahuan yang
diperlukan dalam memasang, mengoperasikan, serta memelihara produk tersebut
dengan tepat - agar didapat nilai manfaat maksimal. Harapan kami, dengan
bantuan PT AHI,
semua orang dapat menjadi ahli.
Sementara konsep
"The Helpful Place" menjadi jawaban dari beraneka kebutuhan yang
jamak ditemui pelanggan sehari-hari. Selain melalui koleksi lengkap
produk, PT AHI
terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik, dari presales hingga
aftersales, di antaranya Free Delivery Service, Free Installation, 10
Days Return Policy, Price Guarantee, dan lain sebagainya.PT AHI menawarkan bukan sekedar transaksi
jual beli barang secara konvensional, namun lebih dari itu, pengalaman
berbelanja yang memberi nilai lebih (rewarding shopping experience).
Dalam penentuan sampling di tahun 2014, PT AHI tetap
melanjutkan program ekspansi agresif sebagai pendorong utama pertumbuhan
Perseroan. Pada tahun tersebut, PT AHI menargetkan pembukaan 15 gerai Ace dan 5
gerai Toys Kingdom, dan target tersebut dapat direalisasikan dengan baik.
Sesuai dengan arahan Dewan Komisaris, Perseroan menetapkan target pertumbuhan
yang dapat dicapai dan reasonable dengan tetap menitikberatkan pada pertumbuhan
organik. Strategi ini juga menjadi langkah antisipasi dalam menghadapi situasi
perekonomian dan kondisi politik nasional, sekaligus sebagai peluang PT AHI
dalam melakukan konsolidasi posisi Perseroan di tengah persaingan pasar.
Dalam pelaksanaan survey PT AHI meliputi pengumpulan data.
PT AHI berkomitmen dalam
memberikan kepuasan pelanggan secara maksimal dibuktikan dengan
penganugerahan Quality Management System ISO 9001-2000 Certificate,
membuat PT AHI
menjadi toko perlengkapan rumah pertama yang mendapat sertifikat tersebut di
Indonesia. Tahun 2011 PT AHI juga menerima SERVICE QUALITY GOLDEN AWARD 2011 dalam
kategori Modern Home Builder & Retailer, dari SERVICE
EXCELLENCE Magazine (Grup Majalah Marketing) & Carre - Center
for Customer Satisfaction & Loyalty (Carre- CCSL).
Pada saat proses Pemilihan Umum dan pemilihan Presiden, daya
beli masyarakat masih cukup kuat sehingga target pendapatan Perseroan pun dapat
tercapai. PT AHI mencatatkan kinerja positif di tahun 2014 dengan
pendapatan yang tumbuh 16,6% secara year-on-year (yoy) menjadi
Rp4,5 triliun, sehingga laba bersih menjadi Rp548,9 miliar, atau tumbuh 9,1%
(yoy). Faktor utama yang mendorong peningkatan ini berkat dukungan same
store growth (SSG) dan pembuka angerai baru di tahun 2013 dan
2014. Same-store growth yang dicapai untuk tahun 2014 adalah
3,1%.
Pertumbuhan SSG ini adalah di bawah proyeksi 5%, dikarenakan
kombinasi dasar pertumbuhan yang semakin besar; kanibalisasi sementara dari
gerai-gerai baru terutama di luar pulau Jawa; serta pelemahan daya beli yang
terjadi di kuartal ke-4 tahun 2014. Sementara itu, perdagangan saham Perseroan
(kodesaham: ACES) di Bursa Efek Indonesia tercatat adanya peningkatan harga
dari Rp 590 pada akhir Desember 2013 menjadi Rp 785 di penutupan kuartal ke-4
pada akhir Desember 2014, atau meningkat 33,1%.
Hal diatas merupakan pengolahan data yang didapatkan pada PT
AHI yang perkembangannya terus melesat tinggi seperti salah satu contoh pada
deskripsi laporan laba-rugi pada gambar dibawah.
Berbagai strategi penjualan terus PT AHI tingkatkan
melalui program pemasaran yang intensif dan lebih fokus, di antaranya
program expo, late night/midnite sale, serta penawaran menarik bagi
anggota PT AHI Rewards yang kini sudah mencapai lebih dari 1 juta pelanggan.
Sekian penjelasan saya tentang Good Corporate Governance. Kurang
lebih nya mohon maaf. Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Comments
Post a Comment